Ini Alasan Negara Harus Berhenti Gunakan Hydroxychloroquine Untuk Covid-19

Hydroxychloroquine

Ini Alasan Negara Harus Berhenti Gunakan Hydroxychloroquine Untuk Covid-19 – Hingga saat ini belum ada vaksin yang 100% ampuh untuk melawan covid-19. Atas kasus ini banyak negara yang melakukan percobaan dengan menggunakan obat-obatan seperti halnya obat anti-malaria.

Ini Alasan Negara Harus Berhenti Gunakan Hydroxychloroquine Untuk Covid-19

Chloroquine atau obat anti malaria di gadang-gadang mampu untuk melawan virus corona dalam tubuh manusia. Hingga saat ini tercatat ada 55 negara di dunia telah memesan obat ini dalam skala besar dari India.

Hydroxychloroquine atau HCQ telah digunakan lebih banyak daripada obat lainnya untuk penderita covid-19. Beberapa negara tersebut seperti Amerika, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan masih banyak lagi. Negara-negara tersebut menghabiskan anggaran yang tidak sedikit ketika melakukan impor atas obat ini.

Dianggap tidak memiliki bukti ilmiah atas penggunaan obat ini, tentunya bisa menjadi fatal jika tidak tepat sasaran. Hal tersebut diungkapkan oleh bagian Administrasi Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat tentang penggunaan obat HCQ.

Ungkapan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan dan mengungkapkan jika obat ini belum bisa berfungsi dengan baik dalam menangani coronavirus. Namun memang dalam penelitian yang dilakukan, obat ini bisa membunuh virus SARS dan juga bisa menyebabkan patogen COVID-19 jika dalam dosis rendah.

Lebih lanjut obat ini sangat baik dalam menangani pasien covis-19 dan dianggap berhasil. Namun ada kejanggalan yang terungkap di tengah jalan mengenai penelitian tersebut.

Hal ini terungkap bahwa ada beberapa pasien positif yang masuk dalam daftar percobaan dirawat di ICU, karena memiliki efek samping hingga yang terparah adalah meninggal dunia.

Beberapa pasien lainnya juga dinyatakan positif kembali di hari keenam setelah dilakukan uji coba. Ketika pertanyaan muncul “Apakah Itu Bekerja?” jawabannya hingga saat ini belum ada 1 pun ilmuwan yang yakin obat ini bekerja dengan baik.

Sebelumnya, ada sekelompok peneliti yang melakukan penelitian dan analisa dari 1.376 covid-19. Keseluruhan pasien inipun dibagi menjadi 2 kelompok yakni pasien yang menggunakan HCQ dan pasien yang tidak menggunakan.

Dari hasil yang mereka dapati mengungkapkan bahwa tidak ada perubahan signifikan untuk menentukan apakah HCQ ini berfungsi dengan baik. Selain hasilnya masih tidak pasti, ternyata resiko atau efek samping dari obat ini juga cukup besar yakni tingkat kematian yang tinggi.

Dari riset yang dilakukan terhadap 96.000 pasien yang diobati menggunakan HCQ setidaknya ada 45% dari mereka yang mengalami resiko kematian yang tinggi karena gagal fungsi jantung Game Mahyong.

Dari hasil ini menunjukan bahwa resiko dan kerugian dari HCQ lebih banyak dibandingkan dengan manfaatnya. Sehingga disarankan penggunaan obat ini segera dihentikan untuk menangani kasus corona.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *